Prometheus: Ekspedisi Menemukan Sang Pencipta

Film garapan Ridley Scott ini menceritakan kejadian di masa depan dimana dua arkelog, Elizabeth Shaw dan Charlie Holloway, sedang membuka gua yang tertutup tanah dan bebatuan selama ribuan tahun.

Berdasarkan latar belakang cerita, Prometheus memang beda dengan film Alien lainnya. Sebab film ini mengambil latar cerita dari kisah mitologi. Tapi pada akhir cerita, Prometheus hanya tentang alien. Toh alasan Scott membuat Prometheus memang untuk menyajikan prekuel atau cerita pendahulu dari sekuel Alien, yang telah dia sepakati dengan sutradara James Cameron pada 1979.

Scott tidak menggambarkan babak awal Prometheus dengan jelas. Sosok Prometheus hanya ditampilkan sebagai lelaki botak bertelanjang dada di pinggir ngarai. Di langit, benda seperti piring tampak melayang seakan beranjak meninggalkan bumi. Sedangkan si pria meminum likuid hitam yang menghancurkan tubuhnya. Membuat jaringan DNA-nya tercecer di kedalaman sungai.

Sekilas ditonton, adegan itu benar-benar membingungkan. Tidak dipaparkan mengapa dia meminum cairan yang meluluhkan tubuhnya menjadi jaringan DNA saja. Kalau pun pria itu memang satu dari para insinyur, mengapa juga dia menciptakan manusia dengan cara menghancurkan dirinya sendiri. Sebuah adegan yang baru bisa sedikit dimengerti setelah membaca sinopsis filmnya.

Dalam mitos Yunani, Prometheus adalah pencipta umat manusia. Para dewi Athena mengajari Prometheus ilmu arsitektur, astronomi, matematika, navigasi, kedokteran, dan metalurgi. Ilmu itu kemudian dibagikan Prometheus ke manusia. Namun Zeus, kepala dewa-dewa Yunani, marah pada Prometheus karena mengajarkan seluruh pengetahuannya ke manusia.

2 Comments

dadan says: 31 October 2013 - 1:53 pm

Prometheus emang rame pisan… sayang ceritanya agak dipaksain..

admin says: 31 October 2013 - 1:57 pm

iya.. tapi bagus juga secara plot menceritakan ttg pencarian Tuhan gitu

Leave a comment